Pesta Danau Toba 2009 telah berakhir namun keriuhannya masih teringat di benakku hingga saat ini. Yap, selama kurang lebih 5 hari saya bersama rombongan biker nekat menikmati Pesta Danau Toba 2009 beserta hampir seluruh bagian Danau Toba yang dapat kami jalani. Tulisan ini adalah rangkuman dari perjalanan kami tersebut.

Ya kalo udah baca postingan saya yang ini atau udah baca yang ini (link ke bang nich) pasti dah pada tahu kami berangkat menuju Pesta Danau Toba 2009 menggunakan sepeda motor. Dan pasti bakal tahu juga bahwa kami mengalami ban bocor di jalan. Apes memang, tapi tidak mengurangi rasa excited kami untuk ikut meramaikan Pesta Danau Toba yang digelar setahun sekali itu. Oh iya sebelum menulis lebih jauh lagi saya menulis ini sambil ditemani lagu remix nya bang agung (D-News Essential Mix) supaya lebih nyantai nulisnya.

Seperti yang telah kita ketahui Pesta Danau Toba (PDT) 2009 dibuka pada tanggal 9 Oktober yang bertempat di Kota Parapat. Rencananya bakal dibuka oleh Gubernur Sumatera Utara, namun mungkin ada sesuatu halangan jadinya diwakilkan.
Acara pembukaan PDT 2009 berlangsung sangat memukau (penilaian pribadiku). Bukan karena melihat kontingen Kota Siantar yang bening-bening *kenapa? apa karena aku penyuka sesama? hehehehe bukan karena itu lagi, namun lebih kepada karena aku udah unavailable/dah ada yang punya. Tetapi karena acara Pesta Danau Toba tahun ini lebih mengutamakan pagelaran kebudayaan dan tradisional. Namun Kontingen Siantar yang bening-bening tetap membuat riuh para penonton pastinya (terlebih lagi bang nich).
Selain Kontingen Siantar yang bening-bening pastinya banyak juga kontingen kabupaten/kota yang laen seperti kontingen dari Deli Serdang, Toba Samosir, Dairi, Tapanuli Utara, dan Kabupaten/Kota lainnya di Sumatera Utara yang masing-masing memakai baju adat/khas sendiri. Oh iya aku juga mengucapkan salut dan 2 buah jempol buat Kontingen Sumatera Selatan yang ikutan memeriahkan acara Pesta Danau Toba.
Para kontingen pun bukan hanya sekedar lenggak-lenggok mutar-mutar melewati penonton dan para undangan terhormat, tapi setiap kontingen menampilkan acara/suguhan khas dari daerah mereka. Seperti Kontingen Toba Samosir yang menampilkan tari tandok raksasa tobasa dan sigale-gale raksasa. Kontingen Deli Serdang yang menampilkan Reog Ponorogo. Yang membuat para penonton berhamburan menuju lapangan untuk menyaksikan secara dekat (menutupi kami yang malas mengangkat pantat), salah sendiri juga kenapa malas bergerak tapi masukanlah buat panitia untuk menangani para penonton yang menutupi acara.
Acara belum habis sampai disitu. Selain kontingen kabupaten/kota masih ada juga acara lainnya seperti tarian daerah yang dibawakan oleh sangar tari. Lupa aku nama sanggar tarinya, tapi sanggar tari ini menampilkan 3 tarian yakni: tari perang, tari sadar wisata, dan tari gembira. Tarian ini dibawakan oleh anak-anak usia remaja kebawah. Salah satu bagian favorit kami adalah melihat salah seorang penari yang berbadan gemuk namun tarian nya asli gemulai dan lincah banget. Kekaguman kami semakin bertambah ketika melihat mereka tetap menari walaupun musik nya mati karena aliran listrik padam, pokoknya 2 jempol buat para penari cilik ini.
Belum habis lagi decak kagum kami melihat para penari cilik beraksi kini disuguhkan lagi dengan seorang bule yang bergabung dalam sebuah grup hasapi sulim. Jadi malu aku sebagai orang batak g bisa memainkan alat musik kampung halaman sendiri.
Setelah acara pembukaan selesai kami melanjutkan melalak ke Pameran UKM Pesta Danau Toba 2009. Masih bertempat di Kota Parapat tepatnya di Conference Hall Parapat. Sedang digelar selama Pesta Danau Toba 2009 pameran pariwisata dan hasil kerajinan/makanan dari kabupaten/kota. Nah mengenai Pameran UKM akan kita bahas di postingan tersendiri biar enggak terlalu panjang.
Selesai berkeliling kami pun melanjutkan perjalanan menuju Politeknik Informatika Del. Perjalanan pun menjadi semakin seru karena cuaca yang dingin, ditambah eh hujan gerimis aje, dan lampu sepeda motor pawang hujan yang cencored. Pastinya g bisa dilupain lah perjalanan menantang maut itu.
tambo coi: Masih lanjut lagi nih melalaknya, masih mengenai kegiatan Pesta Danau Toba 2009 in review. Jadi tetap di pantau dan rekam ya.
walah, kau tuduh pulak awak yang paling riuh melihat kontingen Siantar padahal kalian disuruh foto Kontingen Sumatera Selatan, malah ngences sampai lupa njepret foto!
aku pun ngasih applause tuh buat sanggar tari yang tetap menari walau listrik padam *two-thumbs-up*

btw, emang susah ngurus lampu motor pawang hujan, tukang bengkel aja angkat tangan kemarin 
siapa pulak yang ngences? bang pilip tuh!
xixixixi, seperti yang kusarankan kemarin bang, ganti jadi senter aja
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment











siapa pulak yang ngences? bang pilip tuh!


1 Comment(s)