buy cialis
Oct 07

Pesta Danau Toba 2009, aku datang!

Rangkaian Pesta Danau Toba 2009 akan dimulai dari tanggal 7-11 oktober 2009. Event yang tidak mungkin dapat kusia-siakan begitu saja tanpa ku saksikan dengan mata kepala sendiri. Berbekal dengan semangat yang menggebu-gebu dan sedikit sisa pundi-pundi di dompet petualangan menuju Pesta Danau Toba 2009 pun kumulai bersama beberapa anggota dari blogger sumut (bang nichpakaich, bang “ada dech, dan bang pieps).
:momo:

Pukul 05.00 kami memulai perjalanan dari rumahku yang berada di kawasan bandara polonia medan dan baru sampai di kota parapat kurang lebih pukul 11:00. Kok lambat kali? maklum sebelum menuju TKP (Tempat Kejadian Pesta) sebelumnya bersama rombongan menikmati mie pangsit kuah di simpang empat siantar.
:jempolan:
masih lanjut melalaknya….


Pelalak: ndro
Oct 07

Mie Pangsit Simpang Empat Siantar

Masih dalam rangkaian perjalanan Pesta Danau Toba 2009. Kami sempatkan untuk menikmati Mie Pangsit Kuah yang terdapat di simpang empat Kota Siantar. Di kawasan simpang empat siantar ini banyak ditemukan tempat makan mie pangsit kuah seperti Restaurant Jumbo yang terkenal dengan Mie Pangsit Jumbo nya dan tempat makan kami ini.

Tampak Depan

Tampak Depan

Terletak di kawasan Simpang Empat Siantar tepatnya di depan Tugu Adipura. Nama tempat makannya sepertinya belum ada judul makanya kusertakan photo tampak depan untuk lebih memudahkan jika ada yang tertarik untuk mencicipinya. Nah berikut ini photo barang buktinya. masih lanjut melalaknya….


Pelalak: ndro
Sep 28

Melalak ke Aek Sipitu Dai

Aek sipitu dai, atau air tujuh rasa atau dikenal orang-orang bule dengan sebutan seven taste water adalah tujuan berikutnya dari rutinitas melalak ku. Setelah baru saja beranjak dari desa wisata tomok dan kota wisata parapat.

Aek sipitu dai, terletak di daerah boho, Limbong (melewati kota pangururan). Jangan takut kesasar, setiap orang bahkan anak-anak setempat pun dapat menunjukkan secara pasti tempatnya. Aek sipitu dai adalah tujuh buah pancuran yang masing-masingnya memiliki rasa yang berbeda-beda. Air yang mengalir di pancuran ini berasal dari 7 buah mata air yang bergabung didalam satu tempat labuan (bak panjang) namun ketika dialirkan ke tujuh pancuran rasanya dapat kembali terpisah. Menurut seorang penjaga tempat ini, setiap orang yang mau masuk kedalamnya (untuk mencuci muka, mandi, ataupun meminum aek sipitu dai ini) haruslah memiliki hati yang bersih (jika tidak pastilah akan ada bala atau sakit penyakit bahkan kematian yang akan melanda). Seram juga rasaku ketika mau memasuki tempat ini. Dan menurut sang penjaga permintaan kita jika diminta dengan hati yang suci akan diberikan (sudah banyak yang memperolehnya tutur sang penjaga). Apa yang aku minta? hmm… aku kesana hanya untuk menghormati leluhurku/nenek moyang ku orang batak.

aek sipitu dai

aek sipitu dai

Beginilah rupa pintu masuk aek sipitu dai atau air tujuh rasa saat aku berkunjung di pertengahan september 2009 yang lalu. Pancuran yang terdapat didalamnya memiliki rupa seperti manusia yang memegang kendi atau bambu. Dari bambu atau kendi tersebut lah keluar air yang memiliki rasa-rasa berbeda tersebut. masih lanjut melalaknya….


Pelalak: ndro
Sep 24

desa wisata Tomok

Tomok, sebuah desa yang terletak di pesisir Pulau Samosir. Merupakan gerbang masuk utama menuju pulau samosir (sebenarnya ada jalan lain menuju Pulau Samosir menggunakan jalan darat melalui Tano Ponggol tapi pembahasannya akan ku ceritakan di postingan yang berbeda. Jadi sabar dulu ya). Memakan waktu sekitar 45menit-1jam menggunakan kapal motor/ferry dari kota wisata parapat.

Tomok

Tomok

Bagi yang senang belanja pasti jadi pengen berlama-lama disini, di Tomok ini banyak penjual souvenir dan pernak-pernik daerah Toba contohnya mulai dari cincin, gelang, kaos, kalung, celana, topi, gondang (gendang), apalagi ulos (kain khas batak).

Selain tempat untuk berbelanja kita juga bisa mengunjungi Makam Raja Sidabutar, museum batak, atau ingin melihat Patung sigale-gale yang menari tor-tor. Semuanya tidak dipungut biaya, hanya mengharapkan keihklasan hati pengunjung. masih lanjut melalaknya….


Pelalak: ndro
Sep 15

Parapat, kota indah tepi danau

Parapat, salah satu kota indah yang berada tepat di tepi Danau Toba. Kota sejuk dengan sejuta pesona keindahan alamnya. Salah satu daya tarik wisatawan untuk datang mengunjungi Indonesia.

Kota Parapat terletak sejauh 176 Km dari Kota Medan, memakan waktu 3-4 Jam perjalanan darat dengan kecepatan rata-rata 60-80km/jam. Atau dapat lebih cepat lagi jika menggunakan transportasi udara (mendarat di Bandara Sibisa) yang hanya memakan waktu 25-30 menit.
:momo:

Banyak pilihan sarana transportasi darat dari Kota Medan menuju Parapat. Dengan merogoh kocek sebesar Rp.25.000 dari Medan kita dapat menikmati keindahan Parapat dan sejuta pesona Danau Toba. Beberapa angkutan yang memiliki rute menuju parapat antara lain: MRT, KBT, Intra, Sejahtera, Karya Agung, dll. Semua pengangkutan yang kusebutkan tadi dapat kita jumpai di sepanjang Jl. Sisingamangaraja ataupun di terminal Amplas Medan. Namun perlu juga kita ketahui ongkos perjalanan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan situasi (seperti pepatah ekonomi: semakin banyak permintaan maka harga semakin tinggi) tapi pastinya tidak akan jauh melampaui harga aslinya. Jika anda mujur bisa jadi dapat bus executive dengan AC didalamnya, namun tetap harga normal. masih lanjut melalaknya….


Pelalak: ndro