Minggu siang, kembali melalak. Kali ini tujuan adalah cafe santai di Lumban Silintong atau orang sering menyebutnya dengan sebutan Tenda Biru. Cafe ini terletak di kawasan Lumban Silintong masih seputaran kota Balige. Di kawasan ini banyak terdapat cafe pinggir pantai yang bisa di pilih sesuai selera, ada yang menyajikan full musik, menyajikan pemandangan Danau Toba yang luas, menyajikan pantai untuk bermain air, menyediakan ikan segar untuk di panggang, dan lain-lain. Semua dapat dipilih sesuai selera.
Di sepanjang jalan menuju Tenda Biru pastinya pemandangan Danau Toba menjadi sajian menarik untuk dilihat. Namun selain dari itu ada beberapa hal menarik yang layak di informasikan. Di kawasan Lumban Silintong sedang dibangun kapal ferry dengan rute Balige-samosir. Satu kapal telah selesai, sekarang sedang tahap pembangunan yang kedua. Kira-kira kapan selesai yah? hmm… sepertinya harus menyusun rencana lagi untuk menikmati perjalanan balige-samosir menggunakan kapal ferry.

Selain itu di kawasan Lumban Silintong ini sedang tahap pembangunan gereja HKBP Lumban Silintong. Gereja dengan desain yang sangat menarik dan jarang kulihat yang seperti ini bentuknya. Dengar-dengar sih gereja ini di bangun atas dana satu orang (wiw, 2 jempol buat yang mendanai, semoga semakin diberkati Tuhan) dan pembangunan gereja ini terinspirasi dengan model gereja di Yerusalem. Hmmm… kita tunggu saja versi rampungnya.
Lanjut melalaknya, pemandangan Danau Toba sepanjang jalan Lumban Silintong memang keren abis. Jamin g nyesal melalak ke Lumban Silintong. Ini beberapa contoh barang.
Gimana? bener kan yang aku bilang memang Danau Toba keren abis. Lanjut lagi melalaknya, selang beberapa menit berjalan kaki akhirnya sampai juga di cafe pinggir danau Lumban Silintong. Untuk kesempatan kali ini kami memilih cafe Bethesda. Tempat bersantai yang mantap, pemandangannya oke, makanan yang disuguhkan pun dapat dibilang lengkap lah (ada ayam bakar, ikan bakar, dll), juga ada pantainya (jadi klo mau mandi-mandi tinggal nyebur aja).
Gimana? mantap kan tempat nyantainya. Tempat yang sangat kurekomendasikan untuk di kunjungi bagi anda yang ingin jalan-jalan di wilayah Balige. Masih lanjut lagi nih melalaknya…..
Di depan cafe Bethesda ini terdapat tangga untuk naik ke atas bukit, kalau tidak salah namanya pahoda/pagoda. Tangga dan tempat penatapan nya terlihat sudah tidak terawat lagi ketika aku datang kesana. Banyak lalang-lalang yang menutupi tangga untuk sampai ke puncak bukit. Di puncak bukit memang terdapat banyak kuburan, tapi g usah takutlah terjadi hal-hal aneh selama kita memang tidak berniat buruk disana.
Hahahaha, muka ku kok muka kasihan kali ya! Tapi terasa capek juga naik ke atas sini, mungkin karena aku dah jarang olahraga ditambah lagi dengan berat badan yang semakin hari semakin tambah hehehehe. Pemandangan dari sini keren abis juga. Memang g seluas pemandangan yang ada di huta ginjang atau muara tapi di jamin tidak kalah menariknya ama dua temannya diatas.
Wokeh waktunya kembali ke rumah untuk berbenah lagi, soalnya untuk malam ini kami akan menginap di Politeknik Informatika Del.
Saatnya hitung-hitungan.
aneka juice : Rp.8000/gelas
Tambo coi: Untuk hari minggu akan ada pengutipan uang masuk di gerbang lumban silintong, harga pastinya kurang tahu juga soalnya klo aku ke lumban silintong tinggal bilang mau kerumah Opung jadinya enggak dikutip bayaran lagi. Tapi katanya sich uang masuk sekitar Rp.1000-Rp.2000/orang. Lalu jika anda tidak mempunyai transport pribadi untuk ke Lumban Silintong tidak perlu takut, banyak sarana transport becak mesin yang siap sedia mengantarkan anda. Tarif becak sekitar Rp.5000-Rp.6000. Jika harga yang diminta lebih tinggi pintar-pintar lah menawar hehehehe. Oh iya selamat kepada kakang atas blog barunya.

asik yach jalan2 sampai ke Toba, airnya klihatannya jernih banget, kapan yach bisa ke Toba
kapan aja bisa kok mbak, terlebih lagi bulan 10 dikabarkan ada pesta Danau Toba
yah danau toba memang gak ada duanya……
suasana mistisnya bikin dia makin menarik utk dikunjungi…
ayo mbak, pulang bulan 10, dengar2 aja pesta Danau Toba
5 tahun terakhir asal ke daerah toba, pasti paling jauh ke prapat.
Nasib gak tau mana famili yang masih idup… makanya batakpedia.com itu ada.
Acem itu ?
bang, udah ada nih bahan untuk batakpedia.com. acem?
August 3, 2009
Danau Toba emg plg WOWKEH….
Wah,, udah lama g maen2 ke LBS,,
,, jadi pengennn,, 
wah, orang mana rupanya laek?
[...] kota indah tepi danau Add Parapat, salah satu kota indah yang berada tepat di tepi Danau Toba. Kota sejuk dengan sejuta pesona keindahan alamnya. Salah satu daya tarik wisatawan untuk datang [...]
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment















6 Comments