Senin, bangun kesiangan akibat main Dota sampe jam 4 pagi bareng si kakang dan pak ojak. Ternyata kemampuan mereka berdua belum sebanding (huh… latihan lagi lah baru ngajak tanding, klo gini kan buang-buang waktu namanya).

Hari ini rencana selanjutnya melalak ke Parapat, disana sudah ada yang menunggu (red: pacar si pelalak). Lalu dari Parapat akan tembak langsung balik ke Medan. Namun sebelum melangkah lebih jauh menuju parapat ada baiknya isi perut dulu. Sekalian melepas rindu ama rumah makan di sekitar Politeknik Informatika Del yang selama 3 tahun sebagai tempat ku berhutang makan klo sedang tidak ada uang.
Ada beberapa rumah makan disekitar kampus ku itu diantaranya kedai Robi Minang yang sedang tutup berhubung hari ini adalah salah satu hari besar. Padahal aku kangen berat ama masakan disini, terutama jus nya. Kedai Sudi Mampir yang kukenal dengan nasi goreng dan lontong nya. Kedai mak Sarah yang kukenal dengan saksang dan babi kecapnya, dan tak lupa kedai Namboru Eka yang kukenal dengan babi panggangnya hehehehehe.
Seep, perut udah terisi. Waktunya menuju parapat, Laguboti menuju Parapat memakan waktu kurang lebih 1 Jam dengan ongkos Rp.15000. *pak ojak sempat berlinang air mata saat keberangkatan kami dari Politeknik Informatika Del
Sampai di Parapat, si doi telah menunggu ternyata. Tanpa banyak menghabiskan waktu langsung berkeliling parapat. Bagi yang tidak mempunyai angkutan pribadi seperti kami jangan takut, ada angkutan umum dan jangan takut kesasar, karena angkutan rute angkutan ini hanya berkeliling kota parapat (akan kembali ke tempat yang sama ketika anda naik) dan ongkos juga relatif murah Rp.2000.
Menggunakan angkutan umum kami menuju pantai Parapat, melihat pemandangan dibarengi dengan berbelanja. Oh iya di tempat ini juga terdapat rumah tempat pembuangan Presiden Soekarno dulu loh (seram kali istilahnya “pembuangan”).
Tempat yang sangat kurekomendasikan untuk dikunjungi, selain bisa menikmati pemandangan, anda dan keluarga juga bisa menikmati dinginnya air Danau Toba. Anda bebas berenang disini, selain berenang juga bisa menikmati speed boat, atau sepeda air. Untuk berbelanja disarankan untuk pintar-pintar menawar untuk mendapatkan harga yang terbaik menurut anda. Seperti saya dapat celana panjang parasut dengan harga Rp. 30.000 hehehehe. Pulaknya yang nawar orang dalam.
Okeh, puas berkeliling dan berbelanja secukupnya. Saatnya kembali ke Medan, untuk angkutan dari Parapat menuju Medan banyak pilihan yang bisa digunakan, seperti Sejahtera dan Intra dengan ongkos sekitar Rp.25.000.
Tambo coi : wiw… perjalanan 5 hari yang sangat menyenangkan. Mulai dari berendam air panas di sipoholon, menikmati mie pangsit di balige, menikmati indahnya kota Muara dan huta ginjang, malam minggu di balige, nyantai di lumban silintong, hingga akhirnya persinggahan terakhir di parapat. Sungguh memang perjalanan 5 hari yang sangat melelahkan dan mengasyikan tentunya. Terima kasih buat semua pihak yang terlibat hehe. Oke, next trip semoga kesampaian melalak ke pulau samosir.
wekekeke.. udah abis yah edisi melalak ke toba 
kayaknya cocok kalau ke toba…
*bikin rencana hura2 bareng*
August 5, 2009
wuihh,,,akhirnya cerita yg bikin angek slesai jg…
macamnya keren ya bangunan baru dekat pos satpam itu
August 10, 2009
tunggu aku ciet…
aku janji ikut menggilakkan toba.

tunggu ben, kita gilakkan dulu jakarta itu
August 11, 2009
Hahahahaha
Bisa Ces….
Ditunggu kedatanganmu…
Sama rekan2 yang lain…
Jakarta ini terlalu sulit kugilakkan.
Hehehehehe
:))
August 24, 2009

ituut donngg…..
Danau Toba Is the Best
ah..hh.. jadi rindu ama Bonapasogit nih..
[...] yang bingung mau melalak kemana aja di parapat dapat membaca tulisan melalak ke Toba hari kelima. Semoga tulisan ini dapat [...]
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment















8 Comments