Di suatu malam senyap aku dan kakang sedang bersantai di rumah opung menikmati hembusan angin malam Danau Toba. Tiba-tiba handphone si kakang berdering. Seperti ini kurang lebih percakapan antara si kakang dan si kakak cantik dan lincah (sikancil).
kakang : halo
sikancil : halo dek, dah dimana kalian?
kakang : di lumban silintong kak
sikancil : lagi ngapain?
kakang : g ada kang, lagi menikmati hembusan angin danau toba
sikancil : dimana di lumban silintong dek?
kakang : di simpang gereja lumban silintong kak
sikancil : oh, oke tunggu bentar ya kakak kesana
kakang : oke kak.

Selang beberapa lama kemudian si kakang cantik dan lincah pun datang. Kak Azizah br nainggolan, demikian nama panjang nya. Kakak senior kami di Politeknik Informatika Del. Datang menjemput untuk menikmati malam minggu di Kota Balige.
Berhubung kami bertiga sangat tergila-gila dengan yang namanya durian. Alhasil durian menjadi target pertama kami. Jika sedang dalam masa musim durian seperti sekarang ini, penjual durian dapat di temukan di sepanjang jalanan kota Balige. Harganya pun bervariasi mulai dari Rp.6000 – Rp.12.500, semuanya tergantung dari jenis dan ukuran durian yang dijajakan.
Jika anda tidak merupakan seorang ahli, lebih baik dipilihkan oleh sang penjual saja. Jangan belagak pintar memilih, lebih baik ngaku aja duluan g pande milih. Juga disarankan untuk menawar dalam bahasa batak, sedikit banyaknya bisa mengurangi harga. Namun juga klo g bisa bahasa batak fasih cem aku ini bukan berarti g bisa nawar, intinya pintar-pintar nawar untuk mendapatkan harga yang terbaik.
Puas makan durian, diajak lagi makan di depan pasar Balige. Seperti yang kukatakan di kisah sebelumnya, depan pasar Balige jika malam beralih fungsi menjadi tempat tongkrongan asyik buat anak muda. Banyak jajanan malam yang ditawarkan, mulai dari makanan ringan seperti gorengan, pisang bakar, makanan agak berat seperti burger, sate, hingga makanan yang berat seperti ayam penyet, nasi goreng dan banyak lagi pilihan lain. Selain makanan pastinya juga disuguhkan minuman, seperti aneka jus, bandrek, cappucino dan banyak lagi pilihan lain.
Untuk kali ini perutku udah full abis, g muat lagi. Sehingga hanya menikmati segelas cappucino saja. Kalau jalan-jalan ke Balige jangan lupa menikmati jajanan malam disini. Terbuka untuk semua kalangan (bahkan bupati Tobasa Bapak Monang Sitorus terlihat sedang duduk tidak jauh dari kami untuk menikmati jajanan malam disini). Harganya juga relatif murah.
tambo coi : buat bang kodil semoga sukses dalam kontes Alnect Computer nya.
aihhhhh.. mantaf duren nya.. cem si jupe tuh..
cem mana pulak rupanya si jupe bang? kekekkeke
kok foto apparaku itu gak nampak lek? 
yang mana pulak apara mu itu? g nanggap aku
July 31, 2009
habis makan durian to ndrue pasti lgsg
sambil 
g sempat kipas-kipas to, soalnya jadi seksi dokumentasi hihihihi
abg awag yg mirip apgan.
klw perkara tawar menawar kita ahlinya.
klw beli durian ampek 10 biji, ya salam kan aja goceng. bilang aj klw abg Ps 
oskar, kapan kosong? biar kubawa dulu kau sekali melalak nyari durian, tapi kau yang nawar nya hihihihi
wakakakak… bagian lincah-nya itu aku gak nanggap 
sama-sama g nanggap ajalah kita bang
jgn menyebut nama kakang dengan sembarangan,
wakakakak, kenapa kang keluar nanti setannya?
bah, gak kw peluk bupati tobasa waktu itu ?? 
wakakakak, sebelum sampe dipeluk. udah di todong pake senjata laras panjang
August 1, 2009


Mantap Durennya Lae. …hi..hi..hi
Pasti enak Tuh mbelahnya…..wakakakkka
kwkakakakakak
biasa aja kok belahnya lek hihihihihi
aihh saya ga doyan duren :D
[...] dia penampakan para petualang-petualang. Kak zizah (kakak kelas yang dulu sama-sama makan durian di balige), bang pieps, bang nichpakaich, si pelalak, dan bang “ada dech” sebagai [...]
[...] ke dua perayaan Pesta Danau Toba 2009, sengaja kami percepat jam pulang berhubung mau nyantai di Kota Balige. Sering sich melalak di kota ini, tapi seakan tidak pernah kehabisan daya tarik, kota ini tidak [...]

enaknya duren balige tu lae
Comments RSS TrackBack Identifier URI
Leave a comment


















12 Comments